Pergerakan Lempeng Gunung

Bahwa kulit bumi pada level lithosfer selalu mempunyai pergerakan horizontal. Tumbukan antar dua lempeng dapat menyebabkan/terciptanya sebuah gunung pada ujung2 lempeng tersebut.

Dengan tertumbuknya/tertahannya dua lempeng dan terciptanya sebuah gunung, maka lempeng2 tersebut akan memiliki perlambatan pergerakan horizontal.

Sehingga dengan terbentuknya gunung, maka menjadikan bahwa fungsi gunung adalah menahan laju pergerakan horizontal pada kerak bumi, yang pada akhirnya meminimalkan terjadinya gempa bumi.

Pada saat dua lempeng tertumbuk, salah satu bagian lempeng akan melengkung dibawah lempeng lainnya, terus melengkung menuju ke pusat inti bumi, sehingga lempeng tersebut berfungsi juga sebagai “kaki bawah tanah” dari gunung tersebut. Hal inilah yang membuat gunung dan lempeng disekitarnya lebih stabil, meskipun masih terus dalam proses pergerakan.

Adapun ilustrasi bisa dilihat di …..

http://www.youtube.com/watch?v=xL6sKtG2UVs

Jadi bisa dibayangkan bagaimana parahnya gempa bumi, bila tidak ada gunung yang berfungsi sebagai “pengereman dari pergerakan”. Bilamana tidak adanya sistematika tersebut, maka gempa yang akan diakibatkan akan jauh lebih parah.

Teori ini ditemukan pada pertengahan abad 20 bersamaan dengan teori tektonik plate.

Sedangkan Al Quran dalam 2 ayatnya telah menjelaskan posisi penting gunung sebagai peredam getaran/gempa beberapa abad sebelumnya.

“ Bukankah Kami telah menjadikan bumi terbentang, dan gunung-gunung itu sebagai pasak(nya)”

(QS 78:6-7)

“Dan Dia meletakkan gunung-gunung di bumi supaya tidak goncang bersama kamu…”

(QS 16:15)

Marilah kita memikirkannya….

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran (bagi) orang-orang yang mempunyai pikiran.”

(QS. 38: 29)