Tibalah waktunya untuk kita UMPTN (Ujian Masuk Penyelam Tanpa Nekat), setelah serangkaian pelatihan di Balai Tenaga Kerja. Selain dilatih selam, kami ternyata juga dilatih memasak, menjahit, dan mencuci, agar supaya kita siap juga menjadi TKI di negri seberang. (???)

Pagi itu, dipertengahan tahun 2010, peserta group UMPTN berkumpul di pelabuhan ikan Muara Karang. Mungkin satu-satunya pelabuhan yang memiliki air hitam dengan bau ikan amis menyengat. Wondering, ikan lele aja mungkin belum tentu mau beranak disini. Mantap!

But its ok, dan inilah trip diving legal pertama yang saya jalani. Dgn ojek kapal yg dimuati hampir ratusan orang, berangkatlah kita dgn tujuan pulau pramuka. Naik ojek kapal cuma ngeluarin uang 30 ribu, bener2 harga murah meriah lho, sama dengan naik taksi dari permata hijau ke mall ambasador deh. Buat temen2 yg belum pernah naik ojek kapal rakyat, ada beberapa tips yang ingin saya sampaikan,
1. Bawalah selalu lifejacket, karena kapal ini sangat kurang dalam menyediakannya.
2. Bilamana anda tidak membawanya, segeralah cari lifejacket yg sedikit tersedia di kapal.
3. Membawa teman yg cerewet, sangat direkomendasikan untuk mengusir kebosanan dan mengalahkan bunyi kapal yg kurang stereo.
4. Boleh juga membawa gadget2 lain, utk mengusir kebosanan.
5. Jangan pernah duduk di atas mesin kapal. Ini akan membuat suhu pantat anda meningkat drastis menjadi sekitar 43 derajat C.
5. Cobalah datang sepagi mungkin, agar mendapatkan best seat, karena posisi menentukan kenyamanan.
6. Jangan lupa selalu berdoa sesuai keyakinan dan keberanian masing-masing.

Badai hujan menemani kita dalam melakukan ujian selam. Meskipun para instruktur mencoba menenangkan dengan cara membohongi kita bahwa ini hal biasa, tetaplah kita lihat ada kekhawatiran juga dalam diri mereka. Tragedi newbie “nyasar” dalam badai di dalam kedalaman laut mewarnai intrik-intrik dalam ujian kali ini. Maka dari itulah, kami menamakan angkatan kita adalah angkatan topan badai group.

Thanks to our marinir instructor, dan alhamdullilah, ujian selam semua berjalan lancar. Tapi ternyata ada ujian lain yang lebih dashyat, yaitu ujian pulang ke jakarta naik kapal ojek dengan cuaca ekstrem badai hujan petir menggelegar. (dramaking.com).

Dalam 4 jam perjalanan pulang, perut kami dikocok oleh tingginya ombak, tubuh kami dibasahi oleh derasnya hujan, dan pikiran kami dipenuhi oleh mautnya kematian..hehhehe. Tapi itu semua, makin menyadari kita bahwa kita hanyalah katak dalam tempurung, gula dalam semut, jarum dalam jerami, kura-kura dalam perahu, dan itik buruk rupa. Bahwa kita hanyalah seorang manusia melawan ganasnya alam, tiada lain selain kita harus berdoa untuk keselamatan kita kepada Yang Maha Mengatur.

Selamat! Tepat jam 6 sore, bersandarlah kapal kita ke pelabuhan air hitam. Dan dengan semangat baru, marilah kita susun langkah baru. Let’s go diving !!!