Malam ini, di pertengahan bulan Agustus 2010 tibalah kami di pulau yang kami namakan sebagai “Pulau Yang Tidak Pernah Membosankan”, BALI !!! Bersama kawan-kawan kami dari klub diving di Jakarta, kami berencana untuk melakukan diving trip di sekitar Nusa Penida dan Tulamben. Thanks God I can dive now, For me…Now Bali is more than Kuta and Ubud. Ternyata Bali tidak hanya sekedar terkenal dengan pantai Kuta-nya dan hamparan sawah-nya Ubud saja, namun Bali juga menawarkan banyak sekali spot-spot Diving terkenal.

Selepas mengurus semua bagasi kami di bandara, kami langsung menuju ke Hotel Puri Shindu di kawasan Sanur. Kalau bukan karena diving, mungkin untuk selamanya saya tidak akan pernah menginap di kawasan Sanur., hehehe. Hotel Puri Shindu tidak terletak di pinggir pantai Kuta, namun terletak di daerah yang cukup tertata dan apik, seperti hal-nya daerah wisata lain di Bali. Hotel ini bukan hotel besar, melainkan hotel kecil yang hanya memiliki sekitar 15 kamar, namun memiliki kecantikan dan kebersihan tingkat tinggi. Dengan adanya kolam biru kecilnya di tengah hotel, menambah cantik penataan landscape dari hotel mungil ini. Tonight, we going to have totally rest, cause tomorrow we’re going to start dive under the water…..

Morning !!! Setelah breakfast indomie rasa ngantuk, kami langsung bergegas bersiap menuju bis mini yang akan membawa kita menuju ke Tulamben di daerah Bali Timur. Perjalanan menuju Tulamben memakan waktu sekitar 3 jam. Perjalanan yang cukup melelahkan ini di iringi oleh berbagai aneka pemandangan. Dari pemandangan pekerjaan konstruksi perbaikan dan pelebaran jalan sampai dengan keindahan alam Bali yang mempesona.

Akhirnya, tibalah kami di kawasan Tulamben yang cukup rimbun. Pantai Tulamben sendiri memiliki karakteristik pasir hitam. Kita akan melakukan dive pertama di spot CORAL GARDEN dengan water entry langsung dari pantai yang berbatu dan sedikit berkarang. Dive..dive…dive…Di spot ini kita disuguhi banyak ikan rainbowfish yang beraneka ragam, dan ikan kuwe warna gelap abu, dengan terumbunya yang cukup bervariatif. Namun sayang, kami banyak melihat tumbuhan laut yang sudah mati cukup mendominasi area ini. “Wall” dengan ukuran small juga cukup banyak diarea ini, dengan dominasi warna terumbu karang adalah warna merah. Visibility tidak terlalu jernih, meskipun juga tidak terlalu kotor, yaitu sekitar 15 meter jarak pandang, dengan rata-rata dalamnya laut sekitar 18-25 meter.

30 menit kemudian, saya sudah muncul ke permukaan , dikarenakan dive gear saya yang entah mengapa tidak terlalu nyaman untuk dipakai. Kemudian dive berikutnya akan kami lakukan di spot yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi diving kami pertama kali, yaitu di Spot Tulamben-Wreck USS Liberty. Disini terdapat rongsokan kapal perang US yang tenggelam pada Perang Dunia II. Spot ini memiliki water entry yang sama dengan sebelumnya. Setelah siap dengan semua dive-gear kami, langsunglah kami melakukan penyelaman mengikuti dive-guide dari diver lokal.  Alhamdulilah, visibility di spot ini jauh lebih bagus, sekitar 25 meter, dengan kedalaman penyelaman sekitar 18-25 meter. Tidak lama setelah menyelam, kami langsung menemukan bagian rongsokan kapal perang hanya pada kedalaman 5 meter! Inilah mengapa, banyak orang cukup melakukan snorkeling di spot ini untuk dapat bisa ikut menikmati keindahan wreck kapal dengan terumbu karangnya ini. Dan kapal ini ternyata lebih besar dari yang sebelumnya saya bayangkan. Panjang kapal ini bisa mencapai sekitar 100 meter, dengan posisi kapal miring. Its quite incrideble, beberapa bagian kapal masih terlihat jelas, seperti buritan, dek kapal, ruang kabin nakhoda, dan tiang-tiang tinggi. Dikarenakan kapal ini sudah tenggelam lebih dari 6 dekade, maka sudah cukup kapal ini dijadikan landasan buat rombongan terumbu karang, dan kloter-kloter ikan.  Suhu air cukup hangat-hangat mengundang, menambah penyelaman ini menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Pada awalnya, saya sudah diceritakan bahwa diving di Tulamben, seperti diving di tengah pasar bawah laut. Kok bisa gitu ya…? Ternyata benar! Di area spot kali ini, para diver begitu ramainya mengitari wreck ini. Sampai-sampai kita harus mewaspadai kita akan terpisah dari rombongan kita, dan justru malah mengikuti rombongan diver lain. Schooling jack fish juga banyak terdapat di area ini. Really cool…

Keindahan area Tulamben tidak cukup hanya disinggahi sekali saja, maka setelah makan siang ala bule (sandwich) yang tidak enak, kami melakukan dive kedua meng-explore kapal rongsok sampai kedalam-dalamnya…!!

Photo by : Andrew Lioe dan Teguh Aryanto

Rekomendasi :

– Hotel Puri Shindu 0361286736