Raja Ampat tidak hanya menawarkan wisata bawah laut saja. Bagi kawan-kawan yang ingin berwisata non-diving, kalian juga dapat menemukan hal-hal menakjubkan lainnya, yang tidak akan kalian temukan di tempat lain di Indonesia.

Raja Ampat menawarkan pemandangan pulau-pulau yang menakjubkan dan indah. Team kami sangat terpukau melihat jajaran-jajaran pulau di sini, dengan tipikal bukit-bukit berhutan lebat terbingkai oleh pasir-pasir putih dan lautnya yang jernih. Dengan hanya berkeliling-keliling memakai speedboat saja, kita sudah dapat menikmati 50 persen akan indahnya Kepulauan Raja Ampat.

 

Pulau Mangkur Kodon

Merenung Melihat Biru-nya Laut di Pantai Mangkur Kodon

Crytal Water @Mangkur Kodon

Pulau Mangkur Kodon terletak sekitar 1 jam arah barat bila memakai speedboat 2 engines. Pulau ini selalu menjadi basecamp kami sebelum melakukan diving. Kami sangat beruntung memakai pulau ini sebagai basecamp. Adapun pantai yang kami pakai sebagai basecamp adalah pantai arah Barat Pulau Mangkur Kodon. Entah apa artinya nama “Mangkur Kodon”, yang bagi kami sangat membingungkan untuk melafalkan namanya. Tetapi diluar “keanehan” namanya, pulau ini memukau kita dengan sajian pasirnya yang sangat putiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih dan lembuuuuuuuuuuuuuuuuuuut. Belum pernah rasanya dalam hidup saya, saya merasakan pasir yang selembut sutra. Belum puas terpukau oleh pasirnya, kami dikejutkan lagi dengan airnya yang jernih dan dangkal. Bahkan saking dangkal dan jernuhnya perairan disini, kita juga bisa melihat dengan mata telanjang adanya karang yang menyatukan antara satu pulau dengan pulau lainnya. Disini juga terdapat 2 rumah traditional cottage yang disewakan oleh satu keluarga setempat, yang kabarnya juga merupakan investasi dari org eropa-sama seperti pulau-pulau lain yang sudah “terjajah” oleh para pengusaha asing.

Suasana Tenang Di Mangkur Kodon

Sunset @ Mangkur Kodon

Melihat sunset dari pulau ini, juga sama menakjubkan dengan melihatnya dari pulau-pulau lain di Raja Ampat. Setelah sunset berlalu, langit melakukan pertunjukan episode berikutnya, yaitu menaburkan jutaan bintang-bintang dengan latar belakang langit hitam bersih tanpa awan. Entah mengapa, disini bintang-bintang terasa bersinar lebih terang daripada bintang-bintang yang pernah saya lihat. Sekejap kemudian, kami pun sedang menatap tajam gugusan bintang-bintang tersebut…..Sekejap, saya mengerti mengapa bintang disini bersinar lebih terang….?  All that beauty…!

Pulau Way 

Tidak habis-habis rasanya menuliskan kata-kata tentang pasir putih dan laut jernih disini, karena ini juga yang terjadi di Pulau Way/Way Beach. Bagi kawan-kawan yang “gila foto” dan “gila di foto”, rasanya pulau ini sangat cocok jadi studio alam. Lekukan dan landainya pantai disini, menambah nilai plus dari lukisan alam yang ditawarkan, dan  sebuah rumah tradisional di bibir pantai juga dapat menjadi aksen kental akan keberadaan kita disebuah pulau yang masih cukup perawan….Mantab!

 

 

 

 

 

Burung Cendrawasih di Pulau Sawinggkrai

 

Stunning Sunrise @Sanggkriwai Village

Tim Ayakan Gajah dengan segala daya upaya yang dikerahkan, akhirnya berhasil bangun pagi jam 4.30 demi dapat melihat cantiknya burung cendrawasih yang terkenal. Untuk melihat burung cantik ini, kita harus sudah ada di Pulau Sawinggkrai paling tidak jam 6 pagi, karena burung ini akan hadir dan bermain selalu di pohon yang sama antara jam 6 s/d jam 7.

Kami tiba di dermaga Sawinggkrai sekitar jam 5.30. Ohhhh GOOOOD…… begitu kami turun dari kapal, kami bisa melihat INDAHNYA sunrise dari dermaga ini. Langit biru gelap, awan putih-abu, dan siluet dermaga….What a morning painting. Sulit rasanya melukiskan indahnya pagi itu, dengan ketikan kata-kata qwerty. Belum lagi kami melihat cendrawasih, …sudah terbayar rasanya bangun pagi kami. Terima kasih ya Allah…!

Setelah dari dermaga, kita harus melapor terlebih dahulu kepada tetua setempat yang memang sudah di konfirmasi sebelumnya, untuk mengatur pawang burung yang akan mengantar kami melihat burung cendrawasih. Untuk melihat cendrawasih tersebut, memang dibutuhkan pawang yang siap memancing burung-burung tersebut untuk bermain. Setelah diperkenalkan dengan pawang kami,  maka berjalanlah kami menuju ke tempat “gubuk pengamatan burung” yang terletak sekitar 15 menit berjalan kaki. Jalan yang kami lalui cukup menanjak yang cukup membuat nafas kami tersengal-sengal dan otot betis kami tertarik-tarik.

Sesampainya di sebuah pendopo pengamatan burung, segeralah kami duduk manis menunggu datangnya burung sembari mempersiapkan peralatan foto kami. Bekerjalah sang pawang memainkan bunyi-bunyi palsu untuk menarik perhatian sang cendrawasih atau yang sering disebut “red bird of paradise”.Tak lama kemudian, terdengar suara burung seperti suara bebek di sekeliling kami, lalu tak lama kemudian kami melihat burung2 cendrawasih

Red Bird of Paradise

berdatangan bermain dengan sesamanya di atas ketinggian pepohonan. Cantik nian… burung mungil, berwarna coklat muda kemerahan dengan kepala kuning, dengan cirri unik memiliki misai panjang dibuntutnya. Cantik….(meskipun dengan suaranya yang seperti bebek). Lucu sekali melihat mereka bermain-main dan bernyanyi….

Still Crystal Water at Fisherman Village of Sanggkriwai

Setelah puas mengamati dan melihat sang burung, kemudian kami kembali ke perkampungan di tepi dermaga. Perkampungannya memang terlihat sangat sederhana, namun kebersihan kampungnya sangat sangat terjaga, bahkan air pantai di sekitar dermaga tersebut terlihat sangat jernih, dan bening, dan kitapun dapat melihat schooling teri yang sangat banyak terlihat nyata. Kok bisa ya….?

Penduduk yang Ramah di Sangkriwai Village

Tidak lupa, kami  bercengkrama, berfoto dan berbincang-bincang dengan penduduk setempat. Senang rasanya bisa bergabung bersama mereka yang sangat ramah dan welcome. Dan terlebih mereka terlihat sangat sejahtera dan dalam suasana senang, damai dan tentram. Inilah Indonesiaku sebenarnya…

 

 

Kepulauan Kabui

Extraordinary of Kabui

Kepulauan Kabui sendiri terletak didaerah waigeo barat. Di Kabui, kita dapat melihat kumpulan-kumpulan pulau-pulau kecil dengan bentuk yang aneh-aneh dalam jarak-jaraknya yang sangat dekat. Dengan memakai speedboat dengan kecepatan rendah, kita dapat mengelilingi, memutar-mutari, dan menelusuri diantara pulau-pulau tersebut. Terkadang kita akan menemukan

Air Tenang di Kabui

gua-gua kecil di bibir-bibir pulau tersebut. Selain indra penglihatan yang kita pakai, disini kita juga wajib memakai indra pendengaran kita. Karena pemandangan alam indah yang dapat kita lihat disini,  akan lebih terasa sempurna-bila kita juga dapat mendengarkan suara-suara burung bernyanyi, suara angin, dan suara gemericik air. Bahkan angin sepoi pun turut menambah suasana daerah ini menjadi lebih terasa tenang dan damai. Peace mannn…..

 

 

Wisata Snorkling

snorkling at Shallow Sea of Raja Ampat

Snorkling juga bisa dilakukan dibanyak area di Raja Ampat. Dengan kondisi geografisnya yang menarik, banyak area di Raja Ampat yang memiliki terumbu-terumbu karang di laut yang cukup dangkal. Beraneka ragam dan beraneka warna terumbu karang tumbuh dan tersebar si semua area disini, ditambah lagi dengan komunitas ikan nya yang sangat banyak berkumpul dan bermain di daerah tersebut. Max Point, Arborek, Kabui, Wayag, Wagmab, Missol biasanya menjadi tempat-tempat favorit para snorkeler untuk bisa memuaskan nafsunya bila ingin sekali “bersentuhan” dengan dunia bawah air. Dengan air-nya yang super jernih bak kaca kristal, snorkeling di raja ampat bisa menjadi pengalaman yang takkan terlupakan buat anda, namun sangat disarankan untuk memakai wetsuit full body pada waktu snorkeling, dikarenakan lumayan banyaknya ubur-ubur kecil pada musim2 tertentu yang cukup bisa membuat tubuh anda gatal-gatal.

Wayag Islands 

Incredible View of Wayag Islands

Must visit!! Inilah icon dari Raja Ampat! Bila kalian googling atau melihat liputan-liputan tentang Raja Ampat, Wayag Islandlah yang menjadi foto utamanya. Disini berkumpul pulau-pulau kecil dengan topografi yang unik; persis seperti di Kabui, namun ditambahkan dengan pantai-pantainya yang putih dan laut-lautnya yang dangkal. Its really-really beautiful dan peaceful

White Sand, Blue Crystal Water, and You

place to visit. Bila anda takjub melihat Maya Beach-Phi-Phi Island dengan pantainya yang putih, wait till u see this…… Kalau di Phi-Phi anda  akan lihat banyaknya bule-bule berkeliaran, disini anda hanya akan melihat diri anda sendiri di pantai ini. Yess, its true, its so quite. .…pantai ini belum tersentuh oleh peradaban dan kepariwisataan.Ya…Cuma ada pasir, laut dan anda….!

Setelah bersnorkling ria disini, sangat cocok bila anda mendaki salah satu bukit di Wayag Islands untuk melihat kumpulan-kumpulan pulau-pulau dari ketinggian sekitar 500 meter. Nice….

Ada banyak lagi wisata-wisata non diving di Raja Ampat yang tidak kalah menakjubkan yang anda harus alami disini, seperti melihat habitat Penyu di Sayang da Piai Islands, melihat perkampungan penduduk di Arborek, Sunset Bat di Mioskon atau Dayang Islands, Mendaki Gunung Pindito untuk melihat Kep Raja Ampat dari ketinggian lebih dari 1000 meter dpl, bermain kano di sekitar hutan bakau di Blue Water Mangrove, melihat Gua Purba di Tomolol Cave, atau habiskan malam di resort mewah di Misool Eco Resort.

Wuihhh,,,,, pengalaman menarik sangat banyak kami dapatkan disini, tidak cukup rasanya hanya sekali berkunjung ke Raja Ampat. Sedih rasanya kami harus meninggalkan dunia mimpi (yang ternyata bukan mimpi) di timur, untuk kembali ke kenyataan realita hidup di daerah Barat.

Sampai Jumpa Raja Ampat,

Ku tinggalkan jejakku di pantai mu,

Dan ku kan kembali untuk ambil sisa hatiku yang tertinggal

Indonesiaku Indah…

Rekomendasi :

Tour Guide Lokal : Rudi : 081298330213