Raja Ampat adalah sebuah kepulauan di ujung barat Papua Barat dan merupakan destinasi idaman bagi para traveller, apalagi para maniac diver. Tidak hanya bagi para diver lokal, namun justru para diver asing pun menaruh Raja Ampat sebagai destinasi final bagi mereka. Karena selain menawarkan keindahan bawah laut yang luar bisa dengan ratusan spot-nya, Raja Ampat juga menawarkan pemandangan atas laut yang menawan dipadu dengan eksotisme kebudayaan penduduk lokal.

map of rajaampat

Di kerajaan bawah laut Raja Ampat, kita dapat melihat taman-taman laut dengan berbagai ragam jenis-nya dipadu dengan hewan-hewan laut yang tidak kalah banyak jumlah varietas, kualitas dan kuantitasnya, membuat Raja Ampat menjadi sebuah hutan bawah laut yang sangat menarik untuk diselami. Kekayaan atas laut-nya pun menawarakan pemandangan yang tidak kalah menarik. Bukit-bukit berhutan menyembul menyombongkan diri muncul dari permukaan laut yang jernih bak lembaran dan hamparan crystal bening. Bukit-bukit ini membentuk sebuah formasi acak yang mendefinisikan keindahan sebuah ketidakteraturan. Raja Ampat juga menawarkan banyak sekali teluk-teluk dengan perairan tenang dengan konfigurasi pantai putih dengan pasirnya yang sangat halus seperti tepung. Pasir Putih dari pulau tak berpenghuni merupakan fenomena yang banyak bisa ditemui di sana, membuat para traveller berlomba-lomba untuk menyegerakan menapakkan kakinya disana.

Semua keindahan ini, masih ditambah dengan eksotisme kebudayaan lokal yang unik, dan keramahtamahan para penduduk di kepulauan ini. Meskipun para penduduk sudah banyak tersentuh arus modernisasi dan globalisasi, namun mereka tetap masih memegang prinsip-prinsip adat nenek moyang mereka yang masih banyak bisa kita jumpai disana.

Sebagai tim traveller yang memegang teguh prinsip Pancasila Metro Branded Traveller, Tim Ayakan Gajah merasa berkewajiban untuk mengunjungi daerah di timur Indonesia ini, sebelum daerah ini terlanjur “dijajah” oleh bangsa asing. Setelah browsing sana-sini, dan chatting sini-sana,  kita menemukan ada beberapa poin terkenal yang wajib dikunjungi. Untuk dive spot, kita wajib mengunjungi Wreckship P47Thunderbolt di Pulau Wai, pesawat yang jatuh pada pertempuran Pasifik di PDII. Ada pula taman laut Max Point yang terkenal dengan terumbu karang dan banyaknya ikan. Pulau Missol juga menawarkan dive-dive spot yang menawan. Dan juga ada Manta Point, yang terkenal dengan tempat Manta-manta yang bersahabat sering bermain, dan masih masih masih banyak lagi.

Untuk wisata nondiving, kita bisa sekedar berkunjung ke Perkampungan Sawinggkrai untuk melihat kehidupan adat setempat dan cantiknya burung cendrawasih. Pulau-pulau dengan pantai-pantai putih halus pun bisa menjadi menu keseharian yang harus kita masukan dalam jadwal liburan di Raja Ampat. Ada pula wisata perkampungan adat di Arborek, melihat kerajinan tangan penduduk setempat. Snorkling pun bisa kita lakukan dimana-mana, hampir di semua kawasan kepulauan Raja Ampat. Pulau Wayag di area barat dari Kepulauan Raja Ampat juga menawarkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan

RAJA AMPAT : A piece of heaven in east of Indonesia

Tim Ayakan Gajah merencanakan akan mengunjungi Raja Ampat di awal tahun 2011 pada bulan Januari. Berhubung kali ini kita akan melakukan perjalanan yang cukup jauh, maka kami merencanakan perjalanan ini dari 6 bulan sebelum keberangkatan.  Sehingga dari sekitar 4 bulan sebelum keberangkatan, kami sudah memegang tiket pesawat di tangan. Dikarenakan kita pergi jauh ke Timur, maka kami tidak ingin melewatkan Ambon dari daftar singgah kami. Ambon sangat terkenal juga dengan keindahan alam pemandangan pulau-pulaunya dan alam bawah lautnya.

Untuk itu kami coba merencanakan perjalanan dengan jalur. Jakarta-Ambon (via Makasar) dengan pesawat Garuda Indonesia. Setelah singgah beberapa hari di Ambon, kami akan melanjutkan perjalanan dari Ambon ke Sorong memakai maskapai Wings Air. Untuk pulangnya ke Jakarta, kami melalui jalur Sorong-Manado (by Wings Air), untuk kemudian melanjutkan perjalanan Manado ke Jakarta (via Makassar) memakai maskapai kebanggaan nasional Garuda Indonesia. Untuk semua harga tiket tersebut, sudah kami dapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal, yaitu 3,4 juta saja.

Sebagai informasi saja, dari Jakarta – Ambon (total waktu trip incl transit adalah 4 jam). Ambon – Sorong (sekitar 1 jam). Sedangkan untuk Sorong – Manado ( 2 jam ). Manado – Jakarta ( total waktu trip incl transit adalah 4,5  jam ).

Raja Ampat……..tunggu kami dengan keindahan mu…..