Hari ini, hari yg sangat cerah. Bersama Tim AyG, kami menyempatkan mampir ke Ambon sebelum ke Raja Ampat, untuk mencoba diving di tempat yg kabarnya memiliki keindahan alam bawah laut yang luar biasa dengan kejernihan air-nya yang sangat terjamin extra clear pada setiap akhir tahun.
Perjalanan kami kali ini sebetulnya dibayangi oleh bencana-bencana alam yang baru saja terjadi akhir-akhir ini di tanah air, yang disebabkan oleh perubahan cuaca atau anomali iklim yang aneh.
Namun kalau kita terlalu mengkhawatirkan terus menerus mengenai iklim yang tidak pernah diprediksi, dipastikan sampai kapanpun kita tidak akan bisa pergi kemana-mana. Berangkat dari pemikiran tsb, maka nekatlah kita untuk tetap pergi diving, tentunya dengan harapan lindungan dari Allah SWT.

Kami tiba di Bandara Pattimura Ambon sekitar jam 3 sore disambut oleh cuaca yg agak mendung-mendung-mengundang. Setelah mendarat, kami langsung menuju ke daerah Laha, yang hanya berjarak sekitar 30 menit dari airport. Kami menginap di Mess TNI AU. Mess Dirgantara, yang terletak di tengah-tengah lingkungan perumahan staf perwira AU. Seperti kebanyakan Mess TNI lainnya, keadaanya sangat bersih

Mess AU Laha

dan rapi. Mess ini memiliki banyak kamar, dengan ruangannya yg ber AC. Setelah beristirahat sejenak, kami langsung segera menyiapkan diving gear untuk melakukan penyelaman pertama kami di Ambon. Karena kita akan mulai nyemplung sekitar jam 5, kami menyebutnya bukan ‘night dive’, tapi ‘almost night dive’.

Mural Eel @Laha

cuttlefish at the junk of Laha

Spot Laha sendiri adalah spot dibawah pelabuhan kapal nelayan kecil. Terlihat ada sekitar 5 kapal parkir di pelabuhan tsb. Entry pointnya langsung dari halaman belakang mess kami, tanpa menggunakan boat, dan hanya berjarak sekitar 50 meter. Saya sendiri berfikir apa bakal bagus ya, kalau kita diving dibawah pelabuhan?? Ternyata memang benar dugaan saya. Di spot ini kita tidak mungkin mengandalkan bakal ada terumbu-terumbu karang berwarna-warni. Kita hanya menemukan beberapa tumpukan botol2 minuman, ban-ban bekas, sepatu-sepatu atau tas-tas bekas, hehehe. Tapi anehnya, visibility disini masih bisa mencapai 20 meter meskipun hari

lionfish @Laha

sudah menjelang malam, dan laut tetap terasa bersih, dalam kedalaman 18 meter. Ada lagi yang mengejutkan bagi kami, di sini kami bisa menemukan hewan-hewan laut kecil yang cukup menakjubkan. Kita dapat dengan mudah menemukan boxfish, mural eel, octopus, cuttlefish, pipefish, dan nudibranch. Its a heaven for macro photography lover.

Keesokan harinya, kami berpindah hotel, menuju ke pusat kota Ambon.

Amaris Ambon

Kami menginap di hotel modern Amaris Ambon. Selama beberapa hari kedepan, hotel ini akan selalu menjadi base kami. Untuk diving selanjutnya, kami fokuskan diving di Desa Hukurila. Adapun jarak dari hotel/pusat kota adalah sekitar 1 jam perjalanan.  Hukurila sendiri terletak di daerah selatan pulau yang menghadap ke arah Samudra Hindia.

Diving Camp @Hukurila Village

Dari base Desa Hukurila saja, kita sudah akan banyak menemukan spot-spot dive yang sangat menarik. Adapun tipologi dari daerah selatan pulau, adalah tepi pulaunya yang berkarang-karang, yang menandakan akan banyak wall dan gua-gua dalam bawah laut, dan pastinya ikan-ikan yang bermain diantara karang-karang.

Big Wall @Lehari

Wall-wall yang menakjubkan, dapat kami temukan di spot dive Lehari-

Another Wall @Batu Toka

Labuang, Muka Batu, Batu Toka, Tanjung Hihar  dimana terdapat wall yang sangat tinggi mencapai 30 meter, dan memiliki dasar pasir halus yang sangat luas tak berbatas. Sangat menakjubkan. Di spot dive Tanjung Haur pun kita bisa menemukan wall berbentuk “V” yang sangat besar dan menciptakan sebuah bentuk yang cukup membuat mata kita terkesima.

Kami juga menemukan jumlah varietas dan kuantitas dari hewan laut yang

ClownFish Playing (so clear of water)

menakjubkan di spot dive Lehari Kiri. Kami banyak sekali melihat lobster yang berlindung diantara karang-karang, kami juga menemukan hewan-hewan laut seperti triggerfish, boxfish, mackerel, dan schooling fish dari berbagai jenis.

Satu hal yang sangat membuat anda tidak akan melupakan Ambon adalah spot dive di Hukurila Cave! Disini anda dipastikan akan menemukan arus ombak yang cukup besar, dan hati-hati terpentuk karang yang ada dimana-mana, ketika mulai terjun ke laut. Dan sesuai namanya, kami menemukan sebuah gua raksasa besar pada kedalaman sekitar 20 meter. Lucunya, untuk entry point ke dalam gua tersebut-guide kami “mbak maya” membawa kita untuk melewati terlebih dahulu celah sempit selebar 1,5 meter saja untuk memberikan sensasi yg menakjubkan dan more spooky sebelum memasuki gua raksasa sebenarnya. Sea Fan dan spons berukuran

Hukurila Cave !!!

extra besar akan selalu menemani anda selama melakukan penyelaman di sini. Mantab!!

Giant Cave @Hukurila Cave Point

Anda akan juga menemukan sensasi menakjubkan diving diantara karang di spot dive Tanjung Haul. Jarak spot dive ini hanya berjarak 5 meter dari tempat base kita menyiapkan gear. Anda akan menemukan banyak sekali bukit-bukit karang yang rapat hanya pada kedalaman 15 meter. Rasakan diving dengan zig-zag melewati sela-sela diantara bukit-bukit karang. Wow…fantastic!

Dari base di desa Hukurila, kita juga bisa menemukan sebuah pantai yang

Private Naku Beach

luar biasa indah dan belum terjamah. Pantai Naku namanya. Letaknya sekitar 30 menit by speedboat dari base. Tipologi pantai ini, hampir sama persis seperti pantai di Maya Beach, Phiphi Island. Pantai ini terletak tersembunyi dalam sebuah teluk dilindungi dan diapit oleh 2 tanjung karang berhutan. Indah sekali…! Pantai ini berpasir krem halus, dengan permukaan nya yang landai panjang, dan memiliki arus laut yang sangat tenang. Its a must visit to this beach….!

Ambon Manise : Extra Clear of Water

Dari semua spot dive di daerah Hukurila ini, kami menemukan kejernihan air yang sangat mengagumkan. Visibility bisa mencapai lebih dari 30 meter! Visibility ini memang sudah kita rasakan dari beach base kami untuk persiapan gear. Pantai ini juga sering dikunjungi oleh para penduduk lokal yang membawa keluarga, untuk sekedar beristirahat, berenang, atau snorkling menikmati keindahan ciptaan Tuhan.

Hari terakhir di Ambon, kami gunakan untuk plesiran non-diving untuk

Suasana Kota Ambon

melihat keindahan alam daerah Ambon. Gong Perdamaian di pusat kota yang kini menjadi landamark terbaru kota Ambon menjadi pilihan kunjungan. Kebetulan tim AyG berkunjung ke sini pada tepat malam Tahun Baru. Atraksi kembang api mewarnai pergantian tahun di kota seluruh sudut Kota Ambon. Hampir selama satu jam, tidak henti-

hentinya mereka merayakan kegembiraan dengan menyalakan dan menyaksikan atraksi kembang api.
Jangan lupa juga berkunjung ke Pantai Natsepa yang ramai. Disini anda akan menemukan ratusan warung yang mempunyai menu seragam; hanya menjual rujak! Aneh bin ajaib. Tidak jauh dari pantai ini, anda akan menemukan Pantai Liang. Seperti pantai Natsepa, laut di sini terlihat sangat

liang beach

bening bersih kehijauan. Biarpun pantai disini ramai dikunjungi masyarakat, namun pantai ini tetap terjaga keindahan dan kejernihannya. Ingin rasanya kita nyemplung kembali melihat jernihnya air disini, namun kalau dipikir-pikir, kita sudah terlalu banyak “menelan” air laut sejak kita tiba di Ambon. Hehehhe

Waiselaka Pond

Di dekat Pantai Liang, kita juga akan menemukan tempat wisata kolam eel, Kolam Waiselaka. Disini, terdapat sebuah sungai alami yang didiami banyak sekali mural eel yang jinak. Sungai-nya sangat jernih, sehingga banyak sekali wisatawan yang menyempatkan diri berenang disini bersama dengan eel. Kapan lagi, kalian bisa berenang dan bermain bersama eel yang licin dalam satu kolam.

Masih banyak, tempat-tempat menarik di Ambon yang patut dikunjungi, bila anda memiliki waktu luang; seperti benteng peninggalan Belanda dari abad 17-benteng amsterdam, atau sekedar berfoto di depan Patung Martha Tiahahu. Sebagai big fans of coffee, tim AyG juga tidak rela untuk melewatkan mencoba kopi lokal di kedai-kedai kopi yang banyak tersebar di segala penjuru kota. Nikmaaaaat..
Dan untuk sekedar membawa oleh-oleh buat teman-teman dan keluarga diJakarta, diwajibkan untuk memborong botol-botol minyak kayu putih yang sangat terkenal, dan untaian mutiara-mutiara asli nan murah meriah di kawasan Batu Merah. Perfecto….

Wuihhh, perjalanan kita di Ambon kali ini, terasa sangat menyenangkan. Iklim kondusif, badan sehat, pemandangan menakjubkan, dan semuanya sudah diatur dengan sempurna oleh guide lokal;  kawan-kawan dari Pari Diver (big salute to Maya, Mu’in). Sempurna.
Alhamdullilah.

Ayakan Gajah Adventourer Team at Liang Beach !!!

Rekomendasi :

Pari Diver : 081343092093 / paridive@gmail.com

UW Photography by Andrew Lioe