“looks like, Malaysia is better then INDONESIA in every single aspect”. Kalimat itu saya baca dari status teman di Facebook. Bukanlah teman saya dari Malaysia yang mengumbar status tsb, namun justru temen saya dari Indonesia yang menuliskan status tersebut di FB-nya. Sedih, kecewa, question mark, jelas menggantung di pikiran saya ketika membaca status tersebut. Teman saya; sebut saja Adi, bukanlah teman yang tidak berpendidikan. Dia memiliki gelar tinggi, dan  seorang wiraswasta sukses di Jakarta.

Memang ada beberapa orang yang memiliki perspektif sama dengan Adi, meskipun tidak banyak. Bahkan dalam status FB-nya, si Adi dengan terang-terangan menyebut bangsanya sendiri Indon, sebuah sebutan yang kurang proper didengar.  Dengan gamblang, ia merinci alasan-alasan utama mengapa ia menuliskan status tsb. Ia membandingkan kondisi antar dua negara. Ia membandingkan perbedaan Pendapatan per-kapita, tranportasi massal di KL dan Jakarta, Petronas dan Pertamina, Gelaran F1, serbuan bank Malaysia di Indonesia, penyelesaian masalah perompak Somalia, kekuatan militer, sampai kepada merk coklat yg go international milik Malaysia.

Sang Saka Merah Putih

Sebetulnya kalau memang mau main perbandingan seperti itu, jelaslah Indonesia juga tidak kalah dengan Malaysia. Indonesia terlebih dahulu mengadakan GP Motor dan Superbike di Sentul. Bahkan tidak hanya itu, Indonesia satu-satunya negara di Asteng yang pernah mengadakan gelaran Asian Games. Soal produk yg go international-pun, Indonesia memiliki Indomie yang terkenal seantero Asia, dan bahkan barang2 kerajinan Indonesia, selalu menjadi incaran di pasar-pasar internasional. Dan sangat lucu sekali ketika ia membandingkan kehebatan sebuah negara dilihat dari pendapat perkapita. Pendapatan per-kapita jelas tidak mencerminkan kehebatan sebuah negara. Kalau-pun mau melihat sebuah kehebatan negara dari sisi itu, bagaimana bisa sebuah negara kecil yang memiliki pendapatan perkapita supert-tinggi seperti Malta, bisa jauh lebih unggul dari Jepang, dan AS. Atau bagaimana mungkin negara seperti Brunei jauh lebih unggul dari negara dengan ekonomi paling besar; Cina ! Jangan pula sekali-kali kita membandingkan kekuatan militer kita dengan Malaysia. Jelas Malaysia kalau jauh dari segala segi. Menurut versi dari situs GlobalFirePower, sebuah situs yang menampilkan tentang kekuatan militer dunia, dilihat dari segala aspek militer; Indonesia memiliki kekuatan ke 14 terbesar di dunia, tepat dibawah Israel, dan Korea Selatan, dan masih diatas Australia dan Thailand. Sedangkan Malaysia pun sama sekali tidak ada dalam urutan-urutan tersebut.
Mengenai penumpasan gerakan teroris dengan pasukan khusus, pasukan Indonesia sudah jauh lebih terkenal dan terlebih dahulu  dengan penumpasan pembajakan pesawat Garuda; yang sering kita kenal dengan Peristiwa Woyla. Memang kalau mau dilihat dari transportasi massal, memang kita masih sedikit tertinggal. MRT baru akan hadir di Jakarta sekitar tahun 2016.

Sebetulnya sangat picik, kalau melihat kehebatan sebuah negara seperti hal-hal diatas. Sangatlah picik kalau melihat sebuah kehebatan negara dari MRT, merk coklat ataupun pasukan khusus penumpas teroris. Ada banyak hal lain yang bisa menjadi tolak ukur akan kehebatan sebuah bangsa atau negara.

Sejarah Pembentukan Negara
Kebanggan dan kebesaran bangsa kita sangat jelas dapat kita lihat dari bagaimana kita memperoleh kemerdekaan. Kemerdekaan yang kita raih, adalah kemerdekaan mutlak dan murni; dan bukan karena sebuah hadiah.

Jendral Besar Sudirman

Kemerdekaan kita didapat dari  hasil perjuangan dan tumpah darah bangsa Indonesia. Semua negara mengakui akan perjuangan dan keberanian bangsa kita dalam mengusir semua penjajah yang berani menginjakan kaki di bumi kita. Portugis, Inggris, Belanda, Jepang telah merasakan pahitnya perlawanan dan perjuangan bangsa kita. Bahkan Pasukan Sekutu (gabungan pasukan dari beberapa negara Eropa) pun tidak mampu melawan kegigihan bangsa kita. Kalau dilihat dari perspektif masa kini, adalah

the great cut nyak dien

seperi perang Irak, perang Kuwait, perang Taliban pada saat mereka (bangsa Irak, dan Afhganistan) harus melawan AS dan sekutunya , yang bersenjata lengkap. Hanya keberanian bangsa Vietnam yang bisa sedikit disejajarkan dengan keberanian bangsa kita dalam melawan penjajahan.
Sedangkan Malaysia, sampai saat ini-mereka belum merdeka sepenuhnya, karena mereka sesungguhnya masih bagian dari kerajaan Inggris, yang tergabung dalam negara2 persemakmuran Inggris, atau kata lainnya; Gabungan Negara-negara Jajahan Inggris. Kemerdekaan yang mereka maksud adalah kemerdekaan hasil hadiah dari Kerajaan Inggris, dengan menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada kaum bumiputra/pribumi. Itupun dilakukan oleh Kerajaan Inggris dikarenakan desakan-desakan kuat dari negara-negara lain didunia demi membebaskan bangsa Asia dan Afrika dari penjajahan kolonialisme dan imperialisme dari muka bumi.

Sukarno beserta pemimpin Asia-Afrika lainnya

 Dan harap jangan lupa, bahwa Presiden Sukarno adalah penggagas utama dari Konfrensi Asia Afrika yang menjadi dasar pondasi dari terbebasnya bangsa-bangsa Asia- Afrika dari penjajahan kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa. Sesungguhnya Malaysia sangat berhutang budi terhadap Sukarno, karena tanpanya Malaysia tidak akan pernah diberikan kemerdekaan gratisan.  Lantas, apa yang bisa dibanggakan dari kemerdekaan gratisan..??

Kekayaan Budaya
Kebesaran bangsa kita, bisa dilihat dari kekayaan dan keragaman budaya kita. Kita memiliki 1200 suku bangsa dengan adat unik dan budayanya masing-masing. Berarti kita pun memiliki 1200 bahasa daerah!! Suatu jumlah yang sangat fantastis untuk sebuah negara yang bersatu dan berdaulat. Tidak ada satupun negara yang memiliki keanekaragaman budaya seperti itu. Cobalah tengok sedikit ke acara kecil seperti Pameran Kekayaan Kerajinan Indonesia Inacraft bung. Dari situ saja, kita bisa melihat dan mestinya menyadari betapa kita adalah bangsa yang besar, beragam, kreatif dan hebat.
Belum lagi kalau kita sendiri menjelajah sampai ke pelosok-pelosok daerah di Nusantara, dan merasakan betapa bangsa kita adalah bangsa yang sesungguhnya sangat pandai dan kaya. Belum lagi kalau kita melihat tarian-tarian yang hasil kreasi bangsa kita yang begitu beragam dan indah dalam gerakan.

Sendratari-Ramayana

Kitapun semestinya bisa merasakan akan kuatnya prinsip identitas bangsa kita yang sangat kita jaga hanya dari Bahasa Indonesia yang kita pakai sehari-hari. Betapa bangsa kita sangat menghargainya dengan mengerti dan memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Betapa bangsa kita  sangat menjaganya dengan tidak  mencampuradukan Bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam berbahasa sehari-hari. Kita dapat dengan mudah menemui bangsa Malaysia bercakap dengan sesamanya memakai bahasa Melayu yang bercampuraduk dengan Bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Dari situ saja kita dapat melihat betapa bangsa Malaysia sepertinya memiliki krisis identitas dan jati diri.  Lalu apa yang bisa dibanggakan dari hal itu….?

Bangsa Yang Ramah Dan Rendah Hati
Sebuah survey yang berbasis di Swiss, dan dilakukan beberapa tahun lalu, membuktikan bahwa dari semua bangsa di seluruh dunia, bangsa Indonesia-lah yang paling murah senyum terhadap sesama. Kita sendiri mestinya merasakan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang ramah terhadap sesamanya maupun terhadap turis/pendatang. Kalaupun ada konflik-konflik atau gangguan terorisme jelas itu tidak merepresentasikan akan bangsa kita, dan jelas sekali bahwa itu hanyalah segelintir kecil dari 230 juta rakyat yang ramah. Cobalah bung, sekali-kali anda pergi keluar dari derah Jakarta yang padat ini. Pergilah

keceriaan anak2 indonesia

dan luangkanlah waktu sejenak mengunjungi sanak saudara kita di berbagai daerah di Indonesia. Ikutilah kegiatan mereka sehari-hari, dan menginaplah bersama keluarga-keluarga yang ramah di daerah-daerah tersebut. Sangat bohong kalau kita tidak merasakan kehangatan, keramahan, dan ketulusan mereka dalam menerima kita sebagai tamunya. Saya sendiri seringkali merasakan hal-hal tersebut ketika saya membaur dalam kehidupan mereka yang bersahaja. Lalu apa yang bisa dibanggakan dari tabiat negara tetangga kita yang terkenal dengan kesombongan dan sifat pencurinya…???

Keindahan Alam Indonesia

Magnificient Raja Ampat

Kalau ada yang bilang bahwa Indonesia bukan negara yang indah, saya tanya kepada anda bung, “sudah seberapa jauh kau menjelajah Indonesia? Sudah seberapa dalam kau menjelajah Indonesia…??” Kalau hanya Bali saja yang engkau pernah kunjungi, welll….let me tell you something… Kamu baru saja melihat 1/sejuta dari keindahan alam Indonesia.
Di Indonesia, kita bisa melihat keindahan panorama sawah di seantero penjuru Indonesia, dari ubud yang terkenal, sampai ke pelosok Sulawesi yang belum terekspos.. Kita bisa melihat keindahan pantai, dari pantai Kuta yang selalu dikunjungi wisatawan asing, sampai dengan pantai-pantai perawan yang rupawan seperti di Raja Ampat, P.Weh, Flores, dan masih banyak lagi. Belum lagi kalau kita mendaki gunung. Cobalah kau daki Gunung Rinjani di Lombok, dan rasakan betapa Allah telah memberikan limpahan keindahan di negri kita, dan  lihat betapa turis2 asing sangat banyak berkunjung dan sangat-sangat mengakui dan mengaggumi akan keindahan yang kita miliki. Dan itu baru

Snow at Jayawijaya

Gunung Rinjani, coba-lah kau daki dan tengok gunung-gunung lain di Indonesia, Gunung Merapi di Jawa, Gunung Tambora di timur Indonesia, Gunung Kerinci di tanah Sumatra, atau Gunung Krakatau di Selat Sunda.  Setelah itu baru-lah anda kasitau saya bahwa Indonesia bukan negara yang indah. Dan setelah engkau lelah mendaki gunung-gunung tsb,  coba kau tengok alam bawah laut yang kita miliki. Coba-lah kau pelajari berapa banyak kekayaan spesies dan keunikan spesies yang kita miliki dan hanya bangsa kita yang miliki. Dari tumbuhan-tumbuhan karang, terumbu-terumbu karang unik, maupun spesies-spesies hewan yang hanya ada di bawah laut Indonesia. Hanya ada 3 negara dari 200 negara di dunia ini yang memiliki kekayaan bawah laut super mewah. Australia dan Filipina adalah dua negara lain, yang memiliki keindahan dan keunikan yang sama. Turis-turis penyelam-penyelam asing berbondong-bondong menikmati keindahan bawah laut kita, dari P.weh di Sumatra, Derawan di Kalimantan, Bunaken-Wakatobi di Sulawesi, Nusa Penida di Bali, Morotai-Ambon-Banda di Maluku, Flores-Lombok di selatan Indonesia, sampai dengan Raja Ampat-Kaimana di Papua. Maka itu, lucu sekali ketika dengan seenaknya anda bicara mengenai kehebatan negara tetangga, padahal yang anda lakukan rutinitas hanya berkendara mobil  dari daerah Jakarta Selatan, menuju kantor anda di Distrik Sudirman. Dan paling mentok, hanya mengunjungi Bali pada saat anda dirundung kepenatan kerja.

Apa yang saya beberkan disini pun, sepertinya hanya sebagian kecil dari keindahan dan kehebatan bangsa dan tanah air Indonesia. Hanya sebagian kecil dari rahmat yang telah diberikan oleh Allah kepada Indonesia. Lalu masihkah kamu berpikir bahwa negara tetangga lebih hebat segalanya dari negara kita…? Kalaupun anda masih berfikiran sama, berarti pikiran anda sangat sempit dan tidak lebih besar dari sebuah biji kacang.
Lebih baik mensyukuri dan membangun bangsa dan tanah air kita, daripada mengagungkan tanah air orang lain yang ternyata tidak lebih baik dari yang kita punya.

kibarkan merah putih