Dari foto diatas dapat dilihat, pada tahun 1961 patung Selamat Datang dan Hotel Indonesia masih dalam tahap pembangunan untuk menyambut tamu-tamu pesta olahraga Asian Games pada tahun 1962. Patung Selamat Datang sendiri di-disain langsung oleh gubernur DKI pada saat itu Bp. Henk Ngantung., dan dikerjakan oleh seniman Bp. Edhi Sunarso. Patung ini sengaja dihadapkan ke arah Kemayoran untuk mengesankan penyambutan para tamu-tamu yang datang dari bandara yang pada saat itu ada di Kemayoran.

Sedangkan Hotel Indonesia dibangun pula bersamaan dengan Patung Selamat Datang untuk menampung tamu-tamu atlet internasional yang datang untuk bertanding. Hotel Indonesia sendiri di arsiteki oleh Abel Sorensen dan istri, arsitek berkebangsaan Amerika. Hotel ini merupakan simbol dari sebuah slogan A Dramatic Symbol of Free Nations Working Together.

Dari foto diatas, dapat dilihat terjadinya sebuah distorsi sebuah monumen dikarenakan perkembangan pembagunan yang serba cepat. Pada tahun 1970’an, Monumen Patung Selamat Datang masih menjadi sebuah landmark supermegah yang tidak memiliki tandingan bangunan tinggi disekitarnya, namun seiring dengan pembangunan gedung-gedung pencakar langit disekitarnya, maka Monumen Patung Selamat datang menjadi semakin “kerdil”.

KNOW IT, LOVE IT and SAVE IT !!!