EKPLORASI DIVING di TOGEAN

Setelah beristirahat semalam dengan cukup nyaman, kami mulai bersiap diri pagi hari untuk melakukan trip diving berikutnya. Kali ini kami ingin menuju ke spot yang paling terkenal dari Togean yaitu spot Bomber Wreck. Disini telah terbenam sebuah pesawat pembom peninggalan dari Perang Dunia II, B24 Liberator. Bukan tipe pesawat fighter, namun tipe pesawat bomber dengan ukuran yang lebih besar dari jenis pesawat P54 yang saya temukan di Way Beach – Raja Ampat.

Bomber Wreck Point

Bomber Wreck Togean

Perjalanan menuju spot Bomber Wreck Point cukup memakan waktu, sekitar  1

Pulau Kabupaten Una Una

jam perjalanan. Dalam perjalanan, kami melawati Pulau Wakai, ibukota kabupaten Tojo Una-Una. Dari kejauhan kami melihat kepadatan penduduk dipulau itu. Dalam perjalanan juga kami melewati perkampungan di atas laut yang mungkin juga didiami oleh Suko Bajo yang nomaden. Sepanjang perjalanan kami dapat melihat akan lebatnya pohon-pohon di sekitar pulau yang kami lewati.

 

Togian-B-24-Liberator

Setelah sekitar hampir 1 jam perjalanan kapal, tibalah kami di sebuah teluk pulau di salah satu pulau di Kepulauan Togean. Kapal kami berhenti 400 meter dari bibir pantai untuk mempersilahkan para diver mempersiapkan alat-alatnya. Di kedalaman sekitar 15-20 meter langsung kami menemukan rongsokan pesawat bomber yang cukup besar dan utuh. Badan pesawat masih terlihat utuh dan belum terlalu ditutupi oleh terumbu karang. Dashboard pesawat, bangku pesawat pun masih terlihat jelas di area kokpit. Kemudian kami berkeliling mengelilingi pesawat, dan kami menemukan sebuah lubang di samping pesawat yang menembus ke lubang disisi satunya, ini pasti palka untuk cargo pikirku. Dengan menyebrangi palka tersebut, kemudian kami lanjut diving ke belakang pesawat, kami masih bisa melihat ujung-ujung senapan mesin yang masih terlihat jelas.

Dengan tingkat visibility yang minim kami masih bisa juga melihat banyak ikan lionfish yang berenang-renang di ujung sayap pesawat, dan beberapa kali juga kami melihat ubur-ubur yang cukup besar menghiasi alam bawah laut Togean.  Dispot ini, kami hampir tidak melihat adanya terumbu karang yang bagus dengan dasar laut hanya ditutupi pasir dengan warna agak gelap.

KOTA WALL dan MINI CANYON

Keindahan di Kota Wall

 

Setelah dimulai dengan Bomber Wreck, diving hari ini akan dilanjutkan dengan

Angry Eel

diving di spot kota wall dan mini canyon.  Kedua spot ini memiliki karakteristik yang hampir sama, dengan wall-wall tebing yang menarik dan terumbu-terumbu karang yang kaya akan warna. Di Mini Canyon, kami menemukan banyak cave-cave yang memukau dan ada wall besar berbentuk “V” yang cukup unik. Di Mini canyon juga kami menemukan gunung-gunung koral kecil yang bertebaran dihiasi oleh ikan-ikan kecil yang cantik. Alhamdulilah visibility di kedua tempat ini jauh lebih bagus dari pada di spot bomber wreck. Visibility dapat mencapai lebih dari 20 meter, dengan kedalaman penyelaman sekitar 25 meter.

Wall V Mini Canyon

DOMINIQUE  ROCK dan CORAL GARDEN

Dominique Rock

Underwater flower

Hari terakhir di Togean, kami merencanakan 2 dive saja disekitar Pulau Kadidiri. Dominique Rock merupakan spot wajib yang sangat perlu untuk didatangi di Togean, karena kabarnya disinilah terdapat pemandangan alam bawah laut yang sangat memukau. Benar saja, begitu kami menyelam di spot Dominique Rock, kami melihat extraordinary wall yang cukup membuat saya tertegun. Pada kedalaman 25-30 meter, kami bisa melihat wall-wall raksasa dengan terumbu karangnya yang sangat indah. Setelah diving menyusuri wall sekitar 30 menit, perjalanan di spot ini diakhiri dengan coral garden rata yang sangat luas dan sangat indah. Kami banyak menemukan starfish di spot ini. Tidak jauh dari Dominique rock, kami melakukan penyelaman terakhir di Togean, adalah di spot Coral Garden. Pada spot ini kami melihat banyak alligator fish yang bejalan lambat di pasir sembari berkamuflase. Keunikan dari spot ini adalah adanya bukit-bukit kecil koral di tengah hamparan luas pasir putih. Setiap bukit kecil memiliki terumbu-terumbu yang unik, sehingga sangat menarik untuk mendatangi masing-masing dari bukit kecil – bukit kecil tersebut.

Setelah selesai melakukan penyelaman terakhir, kami pun kembali ke Pulau Kadidiri tempat kami menginap, dan melakukan persiapan untuk pulang ke Gorontalo sore itu juga.  Berat rasanya untuk meninggalkan Pulau Kadidiri yang mempesona sore hari itu. Perlahan namun pasti kami pun mulai meninggalkan Pulau Kadidiri. Sampai Jumpa Kadidiri, Sampai Jumpa Togean….

Our Boat